Tools:
Powered by AdinJava

Gelagat Aneh Arya Daru Terungkap, Penjaga Kos Bocorkan Kebiasaan Mencurigakan Sebelum Diplomat Tewas

Table of Contents

AdinJava - Arya Daru dikenal sebagai pribadi yang tertutup, namun siapa sangka muncul tanda-tanda yang tidak biasa dua bulan sebelum ia ditemukan meninggal dunia.

Dari sering menghabiskan waktu di dapur hingga pergi malam-malam secara diam-diam, semuanya akhirnya terungkap oleh penjaga kos, saksi yang menyaksikan hari-hari terakhirnya.

Lalu, bagaimana kehidupan sehari-hari Arya Daru sebelum ditemukan meninggal.

Siswanto, pengurus kosan TKP di mana diplomat muda Arya Daru Pangayunan meninggal, mengungkap fakta terbaru yang mengejutkan.

Akhirnya berbicara kepada masyarakat, Siswanto membocorkan kehidupan sehari-hari Arya Daru sebelum kematinya pada Selasa (8/7/2025) lalu.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya mengungkapkan penyebab kematian Arya Daru.

Yaitu tidak ditemukan keterlibatan pihak lain dalam kematian Arya Daru.

Akhirnya disimpulkan bahwa diplomat berusia 39 tahun tersebut meninggal dunia bukan karena pembunuhan, tetapi karena mengakhiri kehidupannya sendiri.

Kesimpulan tersebut didapatkan karena penyidik tidak menemukan DNA maupun sidik jari orang lain di kamar kosan tempat jasad Arya Daru ditemukan.

Berdasarkan pengungkapan yang disampaikan oleh pihak kepolisian, masyarakat menjadi heboh di media sosial.

Masyarakat masih meragukan hasil penyelidikan polisi yang menunjukkan bahwa Arya Daru meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri.

Keseharian Arya Daru

Sementara masyarakat masih mencari tahu tentang kematian Arya Daru, Siswanto baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan yang ia sampaikan kepada publik.

Sering bertemu selama lebih dari satu tahun, Siswanto sangat mengenal sifat Arya Daru.

Diketahui oleh Siswanto, Arya Daru merupakan seseorang yang diam dan tertutup.

Fakta tersebut diungkapkan Siswanto saat berdiskusi dengan Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

"Apakah (Daru) orangnya tertutup jadi tidak pernah bercerita seperti itu?" tanya Oegroseno, dilaporkan TribunnewsBogor.com dari tayangan Dipo Kompas TV, Senin (4/8/2025).

"Tidak orangnya diam," kata Siswanto.

Berdasarkan pengamatan Siswanto, Arya Daru sering duduk sendirian di sofa dekat dapur kamar kontrakannya.

Setiap kali berjumpa dengan Arya Daru, Siswanto mengatakan bahwa diplomat tersebut pasti sedang mengantuk.

"Terus jika beliau duduk di sana (sofa dapur) sedang libur juga, seperti sedang bengong saja. Duduk di tempat itu," kata Siswanto sambil menunjuk kursi yang biasa diduduki almarhum.

Siswanto menyadari kembali, ia pernah melihat sikap tidak biasa Arya Daru sejak Mei 2025.

Menurut Siswanto, Arya Daru sering terlihat mengalami kekosongan pikiran dalam dua bulan terakhir.

"Belakangan ini, beberapa bulan sebelum kejadian tersebut, sekitar sebulan dua bulan (Arya Daru) sering terlihat menganga di sana," kata Siswanto.

Bahkan Arya Daru mengganti kebiasaannya, yaitu beralih dari menghisap vape ke rokok.

"Jika merokok, ya, jika menggunakan HP?" kata Siswanto.

"Apakah dia merokok?" tanya Oegroseno.

"Pertama kali saya menggunakan vape, sekarang sudah merokok," tutur Siswanto.

Tidak hanya itu, Siswanto juga mengamati sisi sehari-hari yang berbeda dari Arya Daru.

Sering terlihat oleh Siswanto, Arya Daru sering pergi di malam hari.

"(Arya Daru) Sering pergi saat malam, saya sering melihatnya, jika pulangnya di siang hari, nanti malamnya kembali pergi sekitar pukul 8/9 (malam) saja," kata Siswanto.

Setiap kali pergi ke luar malam, Siswanto sering melihatnya.

Namun Siswanto tidak mengetahui pukul berapa Arya Daru kembali ke kosan.

"Jika (Daru) sering melihatnya pergi menggunakan Grab," kata Siswanto.

"Kapan jam pulangnya?" tanya Dipo Nurbahagia.

"Pelayan tidak tahu, kan masing-masing punya kunci sendiri," kata Siswanto.

"Tapi kembali ke rumah? bagaimana jika bertemu pagi?" tanya Dipo.

"Jumpa di pagi hari, karena saya biasanya berada di belakang," akui Siswanto.

Sementara itu mengenai penyebab kematian Arya Daru, Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor) HIMPSI, Nathanael E. J. Sumampouw memberikan penjelasan.

Nathanael menjelaskan temuan dan analisis psikolog forensik terkait adanya riwayat gangguan jiwa yang dialami Arya Daru.

Diplomat tersebut diberitakan pernah berencana mengakhiri hidup sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu.

"Bahwa almarhum memiliki riwayat akses layanan kesehatan mental secara online, terakhir pada tahun 2021 yang awalnya dimulai sejak 2013," kata Nathanael Sumampouw dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.

Selain itu, Nathanael juga menyebutkan mengenai penumpukan tekanan kehidupan yang dirasakan Arya Daru mulai dari pekerjaan hingga hal-hal lainnya.

"Walaupun memiliki kecenderungan untuk membuat almarhum mengalami kesulitan atau menghadapi hambatan psikologis negatif serta berusaha menyembunyikannya. Sulit memperoleh dukungan dari pihak kesehatan mental. Setelah menumpuk tekanan hidup, hal ini memengaruhi proses pengambilan keputusan almarhum terkait cara kematian atau upaya mengakhiri hidupnya," tambah Nathanael.

(TribunNewmaker.com/TribunnewsBogor.com)

Posting Komentar